Bila Anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata Anda bukan kacamata Anda.
Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada dibalik kacamata Anda bukan yang terpantul pada cermin kacamata Anda.
Demikian pula halnya dengan diri Anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati Anda melalui mata Anda.
Prasangka itu adalah debu. Debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga Anda tak mampu melihat dengan baik.
Usaplah prasangka sebagaimana Anda menyingkirkan debu dari kacamata Anda karena keinginan Anda sudah melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Iklan